Wednesday, April 17, 2024

Ini Urusan Rasa, Enggak Ada Nilainya

 

Duel seru timnas Indonesia vs Qatar di Piala Asia U-23 2024 (sumber: pssi.org)


Dalam sebuah obrolan ringan saya sampaikan kalau sedang sedih. Kesedihan itu apalagi kalau bukan kekalahan jagoan saya, Timnas Indonesia U-23 dalam Piala Asia U-23 2024. Gegara ulah wasit, rusak pertandingan yang indah ini.

Salah seorang teman nyeletuk, mengatakan apa yang saya lakukan adalah perbuatan sia-sia. Kalau mau nonton bola, yah nonton saja. Nggak usah ngejagoinI  salah satu, Jadi bisa lebih enjoy.

Celetukan sepintas itu ternyata mampir lama di benak saya. Terpikir dalam hati apa mungkin kita melakukan sesuatu tanpa melibatkan rasa atau emosi. Rasanya kok hampa banget. Hanya mengalir tanpa rasa. Dalam bayangan saya orang kentut aja nikmat. Apalagi ini menikmati sesuatu yang menjadi kesukaan.

Ketika saya jawab kalau dia bisa ngomong begitu karena dia gak suka bola. Dia bilang suka, tapi ya hanya nonton saja. Yang penting menikmati pertandingan tanpa berpikir siapa menang maupun siapa yang kalah.

Benak saya pun berpikir lagi. Bagaimana dengan hobby atau kesukaan sang teman tadi. Setiap manusia pasti punya hobby atau kegemaran. Apakah hal itu dilakukan tanpa menyertakan sisi perasaaan atau emosi di dalamnya? Saya yakin pasti tidak. Justru di sinilah keunggulan manusia. Allah mengkaruniainya dengan sisi rasa.

Terbayang pula dalam benak saya dengan teman-teman yang punya hobby memancing. Terkadang terpikir dalam benak saya. Bukankah mereka melakukan sesuatu yang sia-sia. Siang-siang atau malam-malam berjalan menyusuri sungai atau pun parit. Kemudian duduk berjam-jam menunggu seekor ikan memakan umpannya.

Dalam hitungan matematik model apa pun pekerjaan yang dilakukan pasti sia-sia. Bisa jadi perolehan ikan yang dibawa tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan. Belum lagi dari segi efisiensi waktu, jelas tidak pas. Berapa banyak tangkapan yang dihasilkan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan, amat enggak efisien betul.

Dalam bayangan saya, jika ingin makan ikan gampang banget. Pergi ke pasar beli berapa kilo ikan yang dibutuhkan. Setelah itu pulang, goreng. Habis perkara.

Tapi ternyata tidak. Ketika mereka menarim joran pancing saat ada ikan memangsa umpan yang dipasang, ternyata merupakan sensasi tersendiri. Sensasi ini tidak bisa dibeli dengan uang berapa pun.

Nah, hal ini sama dengan saya yang penggila bola. Kaki ini rasanya pingin ikut menendang saat bola sudah ada di depan gawang lawan. Berteriak keras saat peluang itu lepas. Bernyanyi-nyanyi saat tim kesayangan menang. Dan, menangis sedih kala sang jagoan harus kalah. Ini urusan rasa.

Kembali ke teman tadi. Saya yakin dia juga sedang membohongi dirinya. Siapa pun manusia yang hidup di dunia ini pasti mempunyai hobby atau kegemaraan. Dan hobby atau kegemaran itu pasti menempatkan sisi rasa di dalamnya.

 

Lembah Tidar. 17 April 2024


No comments:

Post a Comment

Ini Urusan Rasa, Enggak Ada Nilainya

  Duel seru timnas Indonesia vs Qatar di Piala Asia U-23 2024 (sumber: pssi.org) Dalam sebuah obrolan ringan saya sampaikan kalau sedang sed...