Monday, January 22, 2024

Negara Kamboja dalam Lintasan Sejarah

 

Peta wilayah Asia Tenggara

Kamboja merupakan salah satu negara di kawasan Indo China. Keberadaan Kamboja di wilayah itu berdampingan dengan Vietnam dan Laos. Sedangkan negara tetangga Kamboja adalah Thailand di sisi barat.

Pada masa colonial, wilayah Indo China berada dalam kekuasaan bangsa Prancis. Wilayah Indo China menjadi satu-satunya jajahan Prancis di Asia Timur, sehingga Prancis sering mengalami kesulitan dalam mengurusnya.

Puncak dari kesulitan itu terjadi pada tahun 1955. Pada saat itu Prancis memberikan kemerdekaan pada wilayah Indo China termasuk Kamboja untuk menentukan nasib sendiri. Di Kamboja sendiri pemerintahan yang terbentuk dipimpin oleh Norodom Sihanouk. Negara ini menganut system pemerintahan monarki konstitusional.

Masa Pemerintahan Norodom Sihanouk (1955-1970)

Pada masa pemerintahannya, Sihanouk bertindak sebagai kepala pemerintahan. Ideologi yang digunakan adalah sosialisme Budha.

Masa pemerintahan Sihanouk mulai guncang saat dirinya mulai menjali sejumlah hubungan dengan Vietnam Utara dan China. Hubungan ini membawa Kamboja menjadi negara komunis.

Selain itu, secara tegas Sihanouk menolak segala bantuan dari Amerika Serikat. Bahkan dia memutus hubungan dengan Amerika Serikat.

Pergeseran hubungan luar negeri ini menimbulkan keresahan di dalam negeri. Salah satu reaksi yang muncul datang dari pimpinan Khmer Merah, Lon Nol. Saat itu juga, rezim Sihanouk terlibat dalam berbagai tindak korupsi dan pemborosan.

Puncak dari ketidakpuasan ini terjadi ketika pada tahun 1970 Lon Nol melakukan pemberontakan. Lon Nol pun mendirikan Republik Khmer Merah dengan dukungan Amerika Serikat. Sedangkan Sihanouk melarikan diri ke China untuk menyelamatkan diri.

Norodom Sihanouk, tokoh kharismatik Kamboja

Masa Pemerintahan Lon Nol (1970-1975)

Masa pemerintahan Lon Nol ternyata justru menimbulkan konflik baru di Kamboja. Dukungan Amerika Serikat dan Vietnam Selatan inilah yang mengundang ketidakpuasan di sebagian rakyat.

Salah satu kelompok penentang muncul dari Pol Pot. Tokoh ini berasal dari golongan Khmer Merah revolusioner. Dengan menggunakan kekuatannya, dia menggulingkan kekuasaan Lon Nol dengan menguasai Pnomh Penh pada April 1975.

Dengan kekalahan ini, maka Amerika Serikat dan Vietnam Selatan harus menyingkir kembali ke wilayah Vietnam. Sedangkan Kamboja berubah menjadi negara bercorak otoriter militeristik.

Masa Pemerintahan Pol Pot (1975-1979)

Masa pemerintahan Pol Pot yang hanya 4 tahun ternyata menjadi Sejarah terhitam negara Kamboja. Dalam pemerintahannya Pol Pot menerapkan model pemerintahan otoriter dan ekstrim. Mereka menerapkan ideologi Maois yang begitu kejam dan keras.

Selama 4 tahun memerintah, Pol Pot melakukan pembunuhan massal terhadap 1-5 hingga 2 juta penduduk Kamboja. Pol Pot juga melakukan pembunuhan terhadap lawan-lawan politiknya.

Meninggalnya ratusan ribu penduduk Kamboja saat itu bukan hanya karena dibunuh saja. Sebagian meninggal karena wabah malaria dan kelaparan massal yang melanda saat itu.

Berbagai kekacauan saat Pol Pot berkuasa menimbulkan keprihatinan. Salah satu di antaranya dari 2 tokoh, Heng Shamrin dan Hun Sen. Kedua tokoh ini membentuk Front Kamboja Bersatu (FUNSK). Dengan mendapat dukungan dari Vietnam, pada 7 Januari 1979 mereka berhasil menggulingkan Pol Pot dan pasukan Khmer Merahnya.

Pasca kekalahan tersebut, Kamboja kembali damai. Pemerintah yang berkuasa saat itu berada dalam kendali Vietnam. Namun tetap saja terjadi pertempuran di antara golongan-golongan yang ada, termasuk dari Son San yang didukung Amerika Serikat.

Konflik di Kamboja akhirnya berhasil diakhiri pada tahun 1991. Atas inisiatif Indonesia melalui Jakarta Informal Meeting (JIM), dicapai kesepakatan. Dan pada tahun 1993, Kamboja kembali ke system Kerajaan dengan menempatkan Norodom Sihanouk sebagain raja dan Hun Sen sebagai perdana menteri.

 

Lembah Tidar, 22 Januari 2024

 



No comments:

Post a Comment

Ini Urusan Rasa, Enggak Ada Nilainya

  Duel seru timnas Indonesia vs Qatar di Piala Asia U-23 2024 (sumber: pssi.org) Dalam sebuah obrolan ringan saya sampaikan kalau sedang sed...