Tuesday, August 15, 2023

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Anak Kita

 

Memberikan waktu berkumpul bagi anak, obat mujarab untuk jaga mental anak.

Mempunyai anak dengan perilaku menyimpang, tentu saja bukan harapan setiap orang tua. Karena perilaku semacam ini mungkin saja menimbulkan masalah bagi orang tua, maupun anak itu sendiri.

Secara umum, perilaku menyimpang sangat berkaitan dengan banyak hal. Kita tidak bisa men-judge satu hal saja yang menjadi pemicunya. Biasanya ada permasalahan komplek di dalamnya.


Namun di antara berbagai faktor penyebab, tampaknya faktor lingkunganlah yang paling dominan. Lingkugan yang dimaksud adalah lingkungan keluarga.

Hal ini bukan sesuatu yang aneh. Pertama, keluarga merupakan rumah belajar anak yang pertama. Kedua, keberadaan anak lebih banyak di dalam keluara.

Dapat dijelaskan bahwa pola asuh yang salah dalam keluarga, dapat menjadi pemicu perilaku menyimpang pada anak. Pola asuh yang terlalu keras atau terlalu bebas, akan membuat anak melakukan berbagai perilaku menyimpang.

Beberapa perilaku menyimpang yang mungkin muncul, di antaranya:

  • suka marah-marah
  • tidak patuh dengan aturan
  • selalu membantah
  • sering kesal atau dengki
  • suka mengganggu orang lain
  • sering menyalahkan orang lain
  • dan lain-lain
Beberapa perilaku tersebut di atas, biasanya muncul dalam keluarga akibat kesalahan pola asuh. Akan menjadi lebih parah lagi manakala sifat tersebut makin menjadi saat anak berada dalam lingkungan bermain.

Berbagai perilaku buruk tersebut, dipastikan akan mengganggu anak dalam berinteraksi dengan teman bermain. Pada akhirnya melahirkan serangkaian konflik.

Cara mengatasi perilaku menyimpang

Jika beberapa perilaku tersebut mulai tampak, maka ada beberapa langkah yang dapat orang tua lakukan. Tentu saja hasil yang dicapai tidak terjadi begitu saja. Butuh ketelatenan dan kesungguhan untuk itu.

Langkah yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

Perbanyak ngobrol dengan anak

Waktu luang diakui saat ini menjadi seseuatu yang begitu mahal. Kesibukan antara orang tua dan anak, sering membuat pertemuan keduanya sulit terewujudkan.

Namun bagaimana pun juga, hal ini harus dilakukan. Memperbanyak waktu ngobrol dengan anak, akan membuat mereka merasa diperhatikan. Dari sini maka akan mengalir berbagai cerita yang tengah dihadapinya. Jadilah pendengar yang baik saat mereka bercerita. Lalu masuklah pada saat yang tepat

Buatlah jadwal harian anak 

Langkah kedua ini dapat dilakuakan dengan melakukan pembicaraan terlebih dahulu dengan anak. Kesepakatan akan jadwal yang dibuat, memungkinkan anak untuk mematuhi jadwal tersebut.

Satu hal yang patut dilakukan, tegakkan disiplin atas jadwal tersebut. Sebisa mungkin, tidak ada toleransi atas apa yang telah disepakati. Jalin komunikasi sebaik mungkin.

Jalin komunikasi dengan guru dan sekolahnya

Langkah ini sangat penting. Sebab perubahan perilaku anak harus dipantau. Jangan sampai kepatuhan anak hanya terjadi saat berada di rumah. Manakala mereka berada di sekolah, muncul perilaku asli mereka.

Selain itu jalinan komunikasi dengan sekolah berfungsi juga untuk menghindari miskomunikasi antara keduanya. Sebab sering terjadi apa yang disampaikan anak, tidak sama dengan apa yang sebenarnya terjadi.


No comments:

Post a Comment

Ini Urusan Rasa, Enggak Ada Nilainya

  Duel seru timnas Indonesia vs Qatar di Piala Asia U-23 2024 (sumber: pssi.org) Dalam sebuah obrolan ringan saya sampaikan kalau sedang sed...